Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memberikan perhatian khusus terhadap meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor gede (moge) di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Berdasarkan data yang dihimpun, tren kecelakaan di wilayah tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.
Fenomena ini umumnya terjadi pada akhir pekan, saat banyak pengendara moge melakukan kegiatan berkendara bersama yang populer dengan istilah 'Satmori' atau 'Sunmori' (Sunday Morning Ride). Kawasan Senayan sering menjadi titik kumpul maupun rute yang dilewati oleh para pecinta motor besar tersebut.
Salah satu insiden terbaru dilaporkan terjadi pada hari Sabtu pekan lalu. Dalam kejadian tersebut, terungkap fakta bahwa pengendara moge yang terlibat kecelakaan masih dikategorikan sebagai pengendara di bawah umur. Hal ini menjadi sorotan serius karena menyangkut aspek keselamatan berkendara dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, terutama terkait kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi pengendara kendaraan bermotor.
Dishub DKI Jakarta menekankan pentingnya kesadaran bagi seluruh pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan. Penggunaan kendaraan dengan kapasitas mesin besar memerlukan keterampilan dan kematangan emosional yang cukup, sehingga pengawasan orang tua terhadap anak di bawah umur yang mengendarai motor besar menjadi sangat krusial untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Kawasan Senayan sendiri merupakan salah satu pusat kegiatan masyarakat di Jakarta yang memiliki volume kendaraan cukup tinggi, terutama saat akhir pekan. Tingginya aktivitas warga yang berolahraga maupun berwisata di area tersebut membuat risiko kecelakaan lalu lintas meningkat jika para pengendara tidak mematuhi rambu-rambu serta batas kecepatan yang telah ditentukan.






