PORTALSOLUSINDO
Nasional

Dispar Jayapura: Pengembangan Wisata Butuh Dukungan Masyarakat Adat

Oleh: Siti AminahRabu, 01 Juli 2026 pukul 06.57
Dispar Jayapura: Pengembangan Wisata Butuh Dukungan Masyarakat Adat
[Iklan AdSense 728x90]

Dispar Jayapura: Pengembangan Wisata Butuh Dukungan Masyarakat Adat

JAYAPURA - Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Jayapura mengingatkan pentingnya dukungan dari masyarakat adat dalam pengembangan sektor pariwisata di kawasan tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dispar Jayapura, Yulius Kenyi, dalam sebuah acara forum diskusi yang diadakan di Jayapura pada Selasa, 10 Oktober 2023.

Menurut Yulius, pengembangan pariwisata yang berkelanjutan harus melibatkan komunitas lokal untuk menjaga kelestarian budaya dan sumber daya alam. "Masyarakat adat adalah penjaga budaya dan lingkungan. Tanpa dukungan mereka, pengembangan pariwisata hanya akan menjadi proyek jangka pendek yang tidak bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Diskusi ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk penggiat pariwisata, akademisi, dan perwakilan masyarakat adat. Para peserta membahas berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan pariwisata, seperti infrastruktur, pemasaran, dan pendidikan kepada masyarakat lokal mengenai pentingnya pariwisata.

  • Infrastruktur: Keterbatasan akses transportasi menjadi salah satu kendala utama dalam menarik wisatawan ke daerah tersebut.
  • Pemasaran: Kurangnya promosi mengenai potensi wisata yang dimiliki Jayapura membuat banyak calon wisatawan tidak mengetahui keberadaan objek-objek wisata yang ada.
  • Pendidikan: Pentingnya memberikan edukasi kepada masyarakat adat tentang manfaat ekonomi dari pariwisata dan cara mengelolanya dengan baik.

Keberadaan masyarakat adat diharapkan dapat menjadi nilai tambah dalam pengembangan pariwisata di Jayapura. "Kita perlu mengedukasi dan menjalin kerjasama yang baik dengan masyarakat. Ini bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga tentang menjaga warisan budaya yang kita miliki," tambah Yulius.

Pada akhir diskusi, dihasilkan kesepakatan untuk membentuk kolaborasi antara pemerintah, pengusaha pariwisata, dan masyarakat adat dalam mengembangkan paket wisata yang mengedepankan kearifan lokal. Diharapkan ke depannya, kolaborasi ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat setempat.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.