DPRD DIY Desak Pelatihan Manajer Kopdes Merah Putih Dihentikan Usai Lima Peserta Meninggal
Yogyakarta – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengeluarkan pernyataan resmi yang mendesak agar pelatihan Manajer Kopdes Merah Putih dihentikan. Tindakan ini dilakukan setelah insiden tragis yang menewaskan lima peserta pelatihan yang berlangsung di salah satu lokasi pelatihan di Yogyakarta.
Insiden tersebut terjadi pada Jumat, 20 Oktober 2023, ketika para peserta sedang mengikuti kegiatan yang diadakan oleh Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Lima peserta, yang berasal dari berbagai daerah, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami masalah kesehatan yang diduga terkait dengan jadwal pelatihan yang padat dan kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Ketua DPRD DIY, Nuryadi, menyatakan bahwa pihaknya sangat prihatin dengan kejadian ini. "Kami merasa sangat sedih dan kecewa terhadap peristiwa yang menimpa peserta pelatihan. Kejadian ini menunjukkan adanya kelemahan dalam manajemen pelatihan serta kurangnya perhatian terhadap keselamatan peserta," ujarnya.
Dalam pertemuan yang dilakukan dengan pihak Kopdes Merah Putih, DPRD DIY mendesak agar pelatihan serupa tidak dilanjutkan hingga evaluasi dan perbaikan yang memadai dilakukan. Nuryadi menambahkan, "Kesehatan dan keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap program pelatihan. Kita tidak ingin ada lagi kejadian serupa di masa depan."
Rekomendasi DPRD
DPRD DIY juga memberikan beberapa rekomendasi kepada pihak penyelenggara, antara lain:
- Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program pelatihan serta fasilitas yang digunakan.
- Menjamin adanya tenaga medis yang selalu siap sedia saat kegiatan berlangsung.
- Menyusun kurikulum pelatihan yang lebih mempertimbangkan kesehatan peserta.
Pihak Kopdes Merah Putih hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan dari DPRD DIY. Namun, masyarakat berharap insiden tragis ini menjadi pelajaran penting bagi penyelenggara pelatihan di masa mendatang.
Pemerintah daerah juga diharapkan dapat lebih ketat dalam mengawasi kegiatan pelatihan yang melibatkan banyak orang, agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan.