Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah, memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan proyek Sistem Jaringan Utilitas Terintegrasi (SJUT) di wilayah Jakarta. Ia menekankan bahwa koordinasi yang solid antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan berbagai instansi terkait menjadi kunci utama agar pengerjaan proyek ini tidak menimbulkan gangguan pada layanan utilitas publik.
Menurut Ima, pembangunan SJUT bertujuan untuk merapikan jaringan kabel dan pipa yang selama ini terpasang secara tidak teratur di bawah tanah maupun di udara. Namun, ia mengingatkan bahwa proses konstruksi yang kurang terencana berisiko merusak infrastruktur utilitas yang sudah ada, yang pada akhirnya dapat merugikan masyarakat pengguna layanan tersebut.
Lebih lanjut, DPRD DKI meminta Pemprov Jakarta untuk memastikan adanya pemetaan yang akurat mengenai posisi kabel dan pipa utilitas sebelum penggalian dimulai. Hal ini dinilai krusial guna meminimalisir potensi kesalahan teknis di lapangan yang sering kali menyebabkan pemadaman listrik atau gangguan jaringan telekomunikasi secara tiba-tiba.
Ima berharap agar proyek SJUT ini dapat berjalan efektif dan efisien sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Dengan koordinasi yang terpadu, diharapkan wajah kota Jakarta menjadi lebih tertata tanpa harus mengorbankan stabilitas layanan dasar bagi warga ibu kota. Sinergi antarlembaga diharapkan tidak hanya terjadi pada tahap perencanaan, tetapi juga dalam pengawasan selama proses pengerjaan berlangsung di lapangan.
Sebagai informasi, Sistem Jaringan Utilitas Terintegrasi (SJUT) merupakan bagian dari upaya pemerintah kota untuk mengelola infrastruktur bawah tanah secara terpadu. Proyek ini dirancang untuk menggantikan sistem kabel udara yang semrawut dan mempermudah proses pemeliharaan jaringan listrik, air, serta telekomunikasi di masa depan tanpa perlu melakukan penggalian berulang kali di lokasi yang sama.






