PORTALSOLUSINDO
Nasional

DPRD Jabar Apresiasi Pemprov Tanggung Biaya Pengobatan Korban Sekap Cileunyi

Oleh: Siti AminahSelasa, 30 Juni 2026 pukul 02.32
DPRD Jabar Apresiasi Pemprov Tanggung Biaya Pengobatan Korban Sekap Cileunyi
[Iklan AdSense 728x90]

DPRD Jabar Apresiasi Pemprov Tanggung Biaya Pengobatan Korban Sekap Cileunyi

Bandung - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah mengambil langkah nyata dengan menanggung biaya pengobatan bagi korban kasus sekapan di Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Kepala Dinas Sosial Jawa Barat, Dodo Suhendar, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melindungi dan memberikan bantuan kepada masyarakat, terutama kepada korban kekerasan. "Kami berkomitmen untuk membantu semua masyarakat yang mengalami musibah, termasuk dalam hal pengobatan dan rehabilitasi", ujar Dodo pada konferensi pers yang digelar di Bandung.

Korban sekapan yang diketahui bernama Asep (22 tahun) ditemukan oleh pihak kepolisian dalam kondisi yang memprihatinkan. Keluarga korban yang telah melaporkan kasus ini mengungkapkan rasa terima kasih mereka atas respon cepat dari Pemprov Jabar.

  • Transparansi dan Akuntabilitas: DPRD Jabar juga menekankan pentingnya transparansi dalam penggunaan anggaran untuk bantuan sosial dan penanganan seperti ini.
  • Perlindungan Korban: Anggota DPRD, Siti Aisyah, mendorong Pemprov untuk terus memberikan perlindungan bagi korban kekerasan, agar tidak ada lagi kejadian serupa di masa depan.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat luas, di mana perlunya dukungan dan perhatian dari pemerintah terhadap korban serta pencegahan kejahatan serupa. DPRD berharap langkah Pemprov Jabar bukan hanya sekedar respons sementara, tetapi juga menjadi bagian dari program jangka panjang dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

Sebagai langkah awal, Pemprov Jabar akan bekerja sama dengan instansi terkait untuk melakukan evaluasi terhadap kasus-kasus sekapan dan kekerasan yang terjadi, untuk mencegah agar kejadian serupa tidak terulang.

Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari masyarakat dan diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah dalam hal penanganan sosial dan perlindungan hak asasi manusia.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.