DPRD Jabar Desak PT Jasa Sarana Setop Bisnis Merugi, Aset Tergerus Rp500 Miliar
Bandung, Jawa Barat - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat memberikan teguran keras kepada PT Jasa Sarana terkait kerugian yang dialami perusahaan tersebut. Dalam rapat dengar pendapat yang berlangsung pada Senin (23/10), DPRD menyatakan bahwa total aset PT Jasa Sarana telah tergerus hingga sebesar Rp500 miliar akibat bisnis yang merugi.
Ketua Komisi II DPRD Jabar, Yodistira Nurnain, mengungkapkan keprihatinan atas kondisi tersebut dan mendesak manajemen PT Jasa Sarana untuk menghentikan aktivitas bisnis yang tidak menguntungkan. "Kami tidak ingin melihat kondisi ini berlarut-larut. PT Jasa Sarana harus segera berbenah dan fokus pada sektor yang dapat memberikan keuntungan," ujarnya.
Dalam laporan yang disampaikan, PT Jasa Sarana terlibat dalam beberapa proyek infrastruktur yang tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Beberapa proyek yang tertunda dan tidak selesai juga berkontribusi pada kerugian yang dialami. Hal ini memicu keprihatinan DPRD, mengingat status PT Jasa Sarana sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang seharusnya memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
- DPRD Jabar meminta transparansi laporan keuangan PT Jasa Sarana
- Proyek yang tidak menguntungkan harus dievaluasi dan dihentikan
- DPRD berharap ada perbaikan manajemen untuk menghindari kerugian lebih lanjut
“Kami meminta agar semua bisnis yang selama ini merugi dievaluasi. Jangan sampai terus menerus merugikan masyarakat dan negara,” tambah Yodistira. Ia pun menyarankan agar perusahaan dapat menggali peluang baru yang lebih berkelanjutan.
Sementara itu, manajemen PT Jasa Sarana mengakui adanya masalah terkait proyek-proyek yang didanai. Mereka berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh dan mengusulkan langkah-langkah perbaikan dalam waktu dekat.
Kerugian yang terjadi di PT Jasa Sarana tentunya menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dan masyarakat. DPRD berharap agar langkah yang diambil selanjutnya benar-benar mampu mencegah masalah serupa terjadi di masa yang akan datang. Dengan adanya dukungan dan sinergi antara pemerintah dan DPRD, diharapkan PT Jasa Sarana dapat kembali beroperasi dengan lebih efisien.