Dua Polantas Dibacok OTK Bersamurai di Jambi, Dewan: Serangan terhadap Aparat Jangan Dibiarkan
Jambi, Indonesia – Dua anggota polisi lalu lintas (Polantas) menjadi korban penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) yang membawa samurai di Jambi. Insiden ini terjadi saat mereka sedang melakukan tugas pengaturan lalu lintas di salah satu ruas jalan utama di kota Jambi pada Minggu sore (12/11/2023).
Kedua Polantas yang terluka masing-masing bernama Aipda Andi dan Bripka Rizky. Keduanya mengalami luka serius di bagian leher dan tangan akibat serangan tersebut. Mereka segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Informasi sementara menyebutkan bahwa penyerang langsung melarikan diri setelah melakukan penyerangan. Pihak kepolisian setempat kini tengah melakukan pengejaran terhadap OTK tersebut dan menyelidiki motif di balik serangan tersebut.
Respon Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Menanggapi insiden ini, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jambi, Arief Purnama, mengutuk keras tindakan penyerangan terhadap aparat penegak hukum. "Serangan terhadap aparat tidak boleh dibiarkan. Ini merupakan tantangan bagi kita semua dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," ujar Arief dalam keterangannya kepada media.
Lebih lanjut Arief menegaskan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan aparat dalam menangani isu-isu keamanan. Dia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan melaporkan aktivitas mencurigakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Langkah Ke Depan
Pihak kepolisian Jambi juga telah meningkatkan patroli di berbagai lokasi yang rawan tindak kejahatan sebagai langkah antisipatif untuk mencegah kejadian serupa terulang. Kapolresta Jambi, Kombes Pol Budi Santoso, menyatakan, "Kami berkomitmen untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan menindak tegas setiap bentuk kriminalitas."
Kasus ini menjadi sorotan publik, dan banyak pihak berharap agar pelaku segera ditangkap serta dihukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Sementara itu, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak panik menyusul insiden tersebut.