Dubes: Iran Bisa Anggap MoU Islamabad Batal Jika AS Terus Ingkar
Jakarta, Portal Berita Indonesia - Duta Besar Iran untuk Pakistan, Seyed Mohammad Ali Hosseini, memberikan pernyataan tegas mengenai kesepakatan Memorandum of Understanding (MoU) antara Iran dan Pakistan. Dalam sebuah wawancara, Hosseini menyatakan bahwa Iran akan mempertimbangkan untuk menganggap MoU yang telah disepakati dengan Islamabad batal jika Amerika Serikat (AS) terus ingkar terhadap komitmen yang berkaitan dengan program nuklir dan sanksi internasional.
Menurutnya, kondisi politik dan hubungan antarnegara di kawasan sangat dipengaruhi oleh tindakan AS. "Jika AS terus mengabaikan kesepakatan internasional, maka Iran tidak akan merasa terikat oleh MoU dengan Pakistan," ungkapnya.
MoU antara Iran dan Pakistan sebelumnya ditandatangani untuk meningkatkan kerjasama di bidang energi dan perdagangan. Namun, situasi geopolitik yang dipengaruhi oleh pernyataan dan tindakan AS terhadap negara-negara tertentu menjadi kekhawatiran utama bagi Iran.
Hosseini menegaskan bahwa Iran berharap hubungan bilateral dengan Pakistan dapat terus berkembang tanpa intervensi dari negara ketiga. "Kami ingin hubungan kami dengan Pakistan tetap kuat dan saling menguntungkan. Namun, kami tidak bisa mengabaikan dampak yang ditimbulkan oleh kebijakan AS," tambahnya.
Ketegangan di Wilayah Timur Tengah
Ketegangan antara Iran dan AS telah berlangsung selama beberapa dekade, terutama terkait program nuklir Iran dan sanksi yang dijatuhkan oleh AS. Dalam beberapa tahun terakhir, Iran juga menghadapi tantangan dari sekutu-sekutu AS di kawasan, termasuk Arab Saudi dan Israel, yang memberikan bayang-bayang ancaman bagi stabilitas kawasan.
Beberapa ahli melihat bahwa jika Iran memutuskan untuk membatalkan MoU dengan Pakistan, hal ini dapat memperburuk hubungan diplomatik di kawasan dan berdampak pada stabilitas ekonomi Pakistan, yang saat ini sedang berjuang menghadapi berbagai tantangan internal.
Panggilan untuk Dialog
Di sisi lain, Hosseini menyerukan perlunya dialog lebih lanjut antara negara-negara di kawasan untuk menyelesaikan ketegangan yang ada. "Kita perlu duduk bersama dan mencari solusi yang damai. Pakistan adalah mitra penting bagi kami, dan kami ingin bekerja sama dengan mereka ke depan, tetapi bukan dalam bayang-bayang kekuatan besar seperti AS," tutupnya.