Sebanyak empat orang anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Puncak Jaya secara resmi menyatakan berhenti dari aktivitas bersenjata. Langkah ini ditandai dengan penyerahan diri serta penyerahan senjata api kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai simbol komitmen mereka untuk mengakhiri konflik.
Keputusan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak keamanan. Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas keberanian keempat individu tersebut dalam mengambil keputusan untuk meninggalkan jalan kekerasan. Menurutnya, tindakan ini merupakan langkah nyata dalam upaya menciptakan perdamaian di tanah Papua.
Brigjen TNI Riyanto menekankan bahwa keputusan untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi adalah pilihan yang tepat demi masa depan yang lebih baik. Dengan menyerahkan senjata, para mantan anggota OPM ini diharapkan dapat berintegrasi kembali dengan masyarakat dan berkontribusi positif dalam pembangunan daerah mereka sendiri.
Proses penyerahan diri ini dipandang sebagai bagian dari upaya persuasif TNI dalam merangkul kelompok-kelompok bersenjata agar mau menghentikan konflik yang telah berlangsung lama. Pemerintah melalui aparat keamanan terus mendorong dialog dan pendekatan humanis untuk menyelesaikan sengketa keamanan di wilayah pegunungan Papua.
Secara umum, konflik di wilayah Papua telah berlangsung selama puluhan tahun dengan melibatkan berbagai kelompok separatis yang menginginkan kemerdekaan. Pemerintah Indonesia melalui berbagai pendekatan, baik pembangunan infrastruktur maupun operasi keamanan, berupaya menjaga kedaulatan NKRI sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal guna meredam gejolak keamanan di wilayah timur Indonesia.






