Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi wisata olahraga atau sport tourism di Indonesia. Menurutnya, sektor ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan guna mendongkrak daya tarik wisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal.
Erick menilai bahwa sport tourism bukan sekadar menyelenggarakan ajang kompetisi, melainkan bagaimana mengintegrasikan kegiatan olahraga dengan pengalaman wisata yang berkesan. Dengan pengelolaan yang maksimal, Indonesia dapat menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada sektor perhotelan, kuliner, dan industri kreatif di sekitar lokasi acara.
Lebih lanjut, Menpora menyampaikan bahwa pengembangan wisata olahraga memerlukan kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah, pelaku industri olahraga, dan pengelola destinasi wisata menjadi kunci utama agar acara-acara olahraga yang digelar tidak hanya menjadi seremoni singkat, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Upaya ini diharapkan dapat memosisikan Indonesia sebagai destinasi unggulan untuk berbagai ajang olahraga internasional. Dengan kekayaan alam yang beragam, mulai dari pegunungan hingga wilayah pesisir, Indonesia memiliki modalitas yang sangat kuat untuk menciptakan berbagai variasi event sport tourism yang unik dan kompetitif di tingkat global.
Secara umum, sport tourism telah menjadi tren global yang efektif dalam memulihkan ekonomi pascapandemi. Konsep ini menggabungkan aktivitas fisik dengan rekreasi, sehingga mampu menjangkau segmen pasar yang lebih luas dibandingkan wisata konvensional. Banyak negara telah sukses menggunakan ajang olahraga besar untuk memperkenalkan budaya dan keindahan alam mereka kepada dunia, yang kemudian meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan secara signifikan.






