Kritik tajam datang dari pengamat politik Guntur Romli terkait gaya hidup mewah yang ditampilkan oleh istri Bupati Sikka. Sorotan ini muncul setelah beredar informasi mengenai kepemilikan tas mewah merek Hermes yang dipamerkan oleh sang istri Bupati, di saat masyarakat di wilayah Palue sedang berjuang menghadapi krisis air bersih yang berkepanjangan.
Guntur Romli menilai tindakan pamer kemewahan tersebut sangat tidak etis dan melukai perasaan warga yang sedang mengalami kesulitan hidup. Ia menggunakan istilah satir dengan menyebutkan bahwa sementara kaum elite tengah menenteng kemewahan, warga di akar rumput justru harus memeras batang pisang demi mendapatkan tetesan air untuk bertahan hidup.
Selain mengkritik perilaku pribadi keluarga Bupati, Guntur juga memberikan teguran keras kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Sikka. Menurutnya, fokus pemerintah daerah seharusnya tercurah sepenuhnya pada penyelesaian masalah mendasar seperti ketersediaan air bersih, bukan justru menunjukkan gaya hidup hedonis yang kontras dengan realitas sosial masyarakatnya.
Lebih lanjut, kritik ini juga diarahkan kepada Presiden Joko Widodo. Guntur berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih serius dan melakukan evaluasi terhadap kinerja pemerintah daerah dalam menangani krisis air di Palue. Ia menekankan bahwa kepemimpinan yang baik seharusnya mampu menunjukkan empati dan kepekaan sosial, terutama dalam situasi darurat yang menyangkut kebutuhan pokok rakyat.
Krisis air bersih di wilayah Sikka, khususnya Palue, memang telah menjadi isu yang krusial. Ketiadaan akses air yang memadai memaksa warga melakukan berbagai cara ekstrem untuk mendapatkan air, yang mencerminkan kegagalan infrastruktur dasar di wilayah tersebut.






