Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menyampaikan aspirasinya agar pemerintah memberikan perhatian dan perlindungan khusus bagi para pelaku ekonomi kreatif yang beroperasi di wilayah kepulauan.
Langkah ini dinilai penting mengingat tantangan geografis dan aksesibilitas yang dihadapi oleh para pelaku usaha kreatif di daerah kepulauan jauh berbeda dengan mereka yang berada di wilayah daratan utama. Gekrafs Jepara menekankan bahwa potensi ekonomi kreatif di wilayah kepulauan sangat besar, namun seringkali terhambat oleh keterbatasan infrastruktur dan distribusi.
Menurut pihak Gekrafs, perlindungan khusus yang diharapkan mencakup berbagai aspek, mulai dari kemudahan akses permodalan, pendampingan dalam pengembangan produk, hingga fasilitasi pemasaran yang lebih luas. Dengan adanya dukungan yang tepat sasaran, para pelaku ekraf di wilayah kepulauan diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk mereka sehingga mampu menembus pasar nasional maupun internasional.
Selain itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dianggap menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang sehat. Gekrafs Jepara berharap regulasi yang ada dapat lebih adaptif terhadap karakteristik wilayah kepulauan agar pertumbuhan ekonomi kreatif tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga merata hingga ke pelosok daerah.
Sebagai wilayah yang dikenal dengan kekayaan alam dan budayanya, Jepara memiliki potensi besar dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif. Dukungan terhadap pelaku usaha di wilayah kepulauan diharapkan dapat menjadi stimulus bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal melalui pemanfaatan kreativitas dan inovasi berbasis potensi daerah.






