Kian maraknya penyelenggaraan festival musik di Jakarta dinilai memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian kota. Fenomena ini dipandang bukan sekadar hiburan bagi para penggemar musik, melainkan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat daya tarik Jakarta di kancah internasional.
Menurut legislator dari Partai Golkar, peningkatan intensitas acara musik berskala besar mampu menciptakan efek domino bagi berbagai sektor ekonomi. Perputaran uang tidak hanya terpusat pada lokasi pelaksanaan acara, tetapi merembet ke berbagai lini usaha pendukung lainnya.
Sektor perhotelan dan penginapan menjadi salah satu yang paling merasakan dampak langsung, mengingat banyaknya pengunjung dari luar kota maupun luar negeri yang membutuhkan tempat menginap selama acara berlangsung. Selain itu, industri kuliner dan transportasi juga mengalami peningkatan permintaan seiring dengan tingginya mobilisasi massa yang hadir dalam festival tersebut.
Tidak hanya bisnis skala besar, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga mendapatkan peluang emas untuk memasarkan produk mereka. Kehadiran ribuan pengunjung menciptakan pasar potensial bagi para pedagang lokal untuk menawarkan berbagai produk kreatif dan kuliner khas, sehingga roda ekonomi masyarakat kelas bawah turut berputar.
Dengan pengelolaan yang tepat, tren festival musik ini diharapkan dapat memposisikan Jakarta sebagai destinasi wisata hiburan kelas dunia yang mampu menarik minat wisatawan mancanegara, sekaligus menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi kreatif di ibu kota.






