Wilayah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan mengalami guncangan gempa bumi tektonik pada Rabu (30/9/2026) sore. Peristiwa alam ini sempat menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat setempat yang merasakan getaran di wilayah tersebut.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kekuatan gempa tercatat mencapai magnitudo 4,8. Meskipun getarannya cukup terasa, BMKG segera memberikan klarifikasi untuk menenangkan warga bahwa aktivitas seismik tersebut tidak memicu potensi tsunami.
Pihak BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun selalu waspada terhadap kemungkinan adanya gempa susulan. Masyarakat juga diminta untuk tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya dan hanya mengikuti arahan resmi dari instansi berwenang terkait mitigasi bencana.
Secara geografis, wilayah Nusa Tenggara Timur memang berada dalam zona rawan gempa karena letaknya yang berada di jalur pertemuan lempeng tektonik aktif. Hal ini menjadikan wilayah NTT sebagai salah satu daerah yang sering mengalami aktivitas seismik, sehingga penguatan mitigasi bencana dan edukasi mengenai kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi menjadi sangat krusial bagi penduduk setempat guna meminimalisir risiko korban jiwa maupun kerusakan material.






