Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu tengah berupaya meningkatkan produktivitas sektor perikanan air tawar di wilayahnya. Sebagai langkah konkret, pemerintah kota telah mengajukan usulan pengadaan bantuan sarana budidaya berupa sistem bioflok sebanyak 1.000 unit yang ditargetkan terealisasi pada tahun 2027.
Langkah strategis ini diambil untuk memberikan dukungan nyata bagi para petani ikan lokal agar dapat mengoptimalkan hasil panen mereka. Teknologi bioflok dipilih karena dinilai lebih efisien dalam penggunaan lahan dan air, sehingga sangat cocok diterapkan di kawasan perkotaan maupun wilayah dengan keterbatasan sumber daya air.
Melalui bantuan ini, Pemkot Bengkulu berharap para pembudidaya ikan dapat mengadopsi metode pemeliharaan ikan yang lebih modern dan berkelanjutan. Dengan penerapan sistem bioflok, diharapkan efisiensi pakan dapat ditingkatkan dan risiko penyakit pada ikan dapat diminimalisir, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada peningkatan pendapatan ekonomi para petani ikan di Kota Bengkulu.
Pengusulan bantuan ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan lokal. Dengan tersedianya sarana budidaya yang memadai, diharapkan ketergantungan terhadap pasokan ikan dari luar daerah dapat berkurang, sekaligus menjadikan Kota Bengkulu sebagai salah satu sentra produksi ikan air tawar yang kompetitif di Provinsi Bengkulu.
Sistem bioflok sendiri merupakan teknik budidaya ikan yang memanfaatkan mikroorganisme untuk mengolah limbah organik menjadi protein yang dapat dikonsumsi kembali oleh ikan. Metode ini telah dikenal luas di dunia perikanan karena kemampuannya meningkatkan kepadatan tebar ikan dalam satu kolam tanpa menurunkan kualitas air, sehingga menjadi solusi efektif bagi pengembangan akuakultur di lahan sempit.






