Gus Ghofur Maimoen: Kitab Karya KH Zulfa Mustofa Bisa Jadi Rujukan Bahtsul Masail di Muktamar NU
Jakarta – Kegiatan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang diadakan setiap lima tahun sekali menjadi momentum penting bagi para ulama dan santri untuk membahas berbagai isu keagamaan dan sosial. Dalam muktamar kali ini, Gus Ghofur Maimoen, seorang tokoh NU yang juga merupakan putra dari KH Maimoen Zubair, menyatakan bahwa kitab karya KH Zulfa Mustofa berpotensi menjadi rujukan utama dalam sesi Bahtsul Masail.
Gus Ghofur menjelaskan bahwa karya KH Zulfa Mustofa tidak hanya memiliki keunggulan dari segi penulisan, tetapi juga menyajikan solusi yang relevan terhadap masalah-masalah kontemporer yang dihadapi umat. "Kitab ini mengandung banyak pemikiran yang cerdas dan solutif, sehingga sangat layak untuk dijadikan acuan dalam diskusi Bahtsul Masail," ungkapnya.
Menurut Gus Ghofur, Bahtsul Masail merupakan salah satu agenda vital dalam Muktamar NU, karena di sinilah para ulama dan tokoh NU berkumpul untuk mendiskusikan dan mengambil keputusan terkait berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat, baik dalam bidang keagamaan, sosial, maupun politik.
"Saya berharap para peserta Muktamar dapat memanfaatkan kitab ini dengan maksimal. Sebab, banyak isu-isu aktual yang membutuhkan solusi cepat dan tepat, dan kitab ini bisa memberikan arah dan pencerahan,” imbuhnya.
Kontribusi KH Zulfa Mustofa dalam NU
KH Zulfa Mustofa dikenal sebagai salah satu ulama yang sangat berpengaruh di kalangan masyarakat Nahdliyin. Selain menulis berbagai kitab, ia juga aktif dalam kegiatan pengajian dan forum diskusi di berbagai daerah.
Semangat KH Zulfa Mustofa dalam menyebarkan ilmu agama dan penguatan akidah menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan untuk menjadikan kitabnya sebagai referensi dalam muktamar. Dalam konteks ini, Gus Ghofur menekankan pentingnya kolaborasi antara generasi tua dan muda dalam mengembangkan pemikiran Islam yang moderat dan toleran.
Kesimpulan
Dengan adanya rekomendasi dari Gus Ghofur Maimoen, kitab karya KH Zulfa Mustofa diharapkan dapat menjadi alat bantu bagi para ulama dalam merespons tantangan zaman dan memperkuat posisi NU di tengah dinamika yang berkembang di masyarakat. Para peserta Muktamar diharapkan bisa menyerap semua ilmu yang terkandung dalam karya tersebut demi kemajuan dan kesejahteraan umat.