Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) menunjukkan solidaritas antarorganisasi Islam melalui kehadiran dalam peringatan hari jadi Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) yang ke-55 serta organisasi WADAH. Kehadiran ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi strategis antara lembaga keagamaan dari Indonesia dan Malaysia.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PBMA, Oke Setiadi Affendi, hadir mewakili organisasi untuk memberikan ucapan selamat atas pencapaian dan eksistensi ABIM serta WADAH dalam membina masyarakat. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang seremoni perayaan ulang tahun, tetapi juga menjadi ruang diskusi mengenai isu-isu kemanusiaan yang tengah berkembang di kawasan global.
Salah satu poin utama yang ditekankan oleh Oke Setiadi Affendi dalam kunjungannya adalah pesan kuat mengenai kemerdekaan Palestina. PBMA menegaskan bahwa dukungan terhadap hak-hak rakyat Palestina harus terus disuarakan secara konsisten oleh organisasi-organisasi Islam di Asia Tenggara. Menurutnya, solidaritas lintas negara sangat diperlukan untuk memberikan tekanan moral dan dukungan nyata bagi terwujudnya perdamaian serta kemerdekaan di tanah Palestina.
Selain isu Palestina, pertemuan ini juga membahas pentingnya peran pemuda dan intelektual Muslim dalam menghadapi tantangan zaman. Sinergi antara PBMA, ABIM, dan WADAH diharapkan dapat menciptakan dampak positif dalam pengembangan pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan sosial bagi umat Islam di wilayah Nusantara dan sekitarnya.
Sebagai organisasi pendidikan dan sosial yang memiliki sejarah panjang di Indonesia, Mathla’ul Anwar terus berkomitmen untuk memperluas jaringan internasionalnya. Kerja sama dengan lembaga seperti ABIM di Malaysia dipandang sebagai langkah strategis dalam membangun ekosistem intelektual Islam yang moderat dan progresif, yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi perdamaian dunia.






