PT Waskita Karya (Persero) Tbk melaporkan pencapaian positif dalam perolehan proyek baru. Hingga Agustus 2024, perusahaan konstruksi milik negara ini berhasil membukukan Nilai Kontrak Baru (NKB) dengan total mencapai Rp 5,6 triliun.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebagian besar dari perolehan kontrak tersebut berasal dari proyek-proyek yang dikelola oleh pemerintah pusat. Dominasi proyek pemerintah ini menunjukkan bahwa Waskita Karya masih menjadi salah satu mitra strategis dalam pembangunan berbagai infrastruktur nasional.
Keberhasilan dalam mengamankan kontrak baru ini diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan perusahaan serta menjaga keberlangsungan operasional di tengah dinamika industri konstruksi saat ini. Fokus perusahaan tetap tertuju pada penyelesaian proyek-proyek strategis dengan standar kualitas yang tinggi guna mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Perusahaan terus berupaya mengoptimalkan kinerja internal dan efisiensi biaya agar setiap kontrak yang didapat dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap laba perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Waskita Karya untuk tetap kompetitif dalam memenangkan tender proyek, baik di skala nasional maupun regional.
Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor konstruksi, Waskita Karya memiliki peran krusial dalam membangun infrastruktur dasar seperti jalan tol, jembatan, bendungan, hingga gedung pemerintahan. Sektor konstruksi BUMN secara umum memiliki tanggung jawab besar dalam menggerakkan roda ekonomi nasional melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan konektivitas antarwilayah di seluruh Indonesia.






