Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, terpaksa menghadapi genangan air menyusul hujan deras yang melanda wilayah Ibu Kota sejak Selasa malam. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sistem drainase tidak mampu menampung debit air, sehingga mengakibatkan banjir di sejumlah titik pemukiman dan jalanan.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, ketinggian air di beberapa lokasi sempat mencapai angka 80 sentimeter. Kondisi ini sempat menghambat aktivitas warga dan pengguna jalan yang melintasi kawasan tersebut. Namun, seiring dengan meredanya hujan dan berjalannya proses pengaliran air, ketinggian genangan dilaporkan mulai mengalami penurunan secara bertahap.
Memasuki siang hari, volume air di kawasan Kelapa Gading terpantau telah menyusut signifikan. Ketinggian air yang sebelumnya mencapai puncaknya, kini berada di kisaran 20 hingga 50 sentimeter. Petugas terkait terus berupaya melakukan penyedotan air guna mempercepat proses pengeringan kawasan tersebut agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Kawasan Kelapa Gading memang menjadi salah satu wilayah di Jakarta Utara yang rentan terhadap banjir saat musim penghujan tiba. Hal ini sering kali dipicu oleh kombinasi antara curah hujan yang ekstrem, penurunan muka tanah, serta tantangan dalam pengelolaan sistem drainase perkotaan yang kompleks di wilayah dataran rendah.






