IFD 2026: Kemenpar Sebut Nilai Syariah Perlu Menyatu dengan Aktivitas Masyarakat
Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpar) menggelar acara International Finance and Development (IFD) 2026, di mana dalam kesempatan ini, pihak Kemenpar menyatakan pentingnya nilai-nilai syariah untuk menyatu dengan aktivitas masyarakat. Hal ini disampaikan dalam seminar yang dihadiri oleh para ahli ekonomi syariah, pelaku industri, serta pemangku kebijakan.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Nia Niscaya, menjelaskan bahwa integrasi nilai syariah dalam kegiatan ekonomi dan pariwisata menjadi fokus utama dalam pengembangan sektor ini, khususnya dalam konteks pariwisata halal.
- Studi menunjukkan bahwa 62% wisatawan muslim mencari destinasi yang sesuai dengan prinsip syariah.
- Pengembangan produk pariwisata halal harus melibatkan komunitas lokal agar sesuai dengan budaya dan nilai-nilai masyarakat sekitar.
- Kemenpar berkomitmen untuk memberikan pelatihan dan edukasi terkait ekonomi syariah kepada pemangku kepentingan di industri pariwisata.
Nia menambahkan bahwa dengan menerapkan nilai-nilai syariah, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. "Kami ingin menciptakan ekosistem pariwisata yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga membawa kesejahteraan bagi masyarakat," ujarnya.
Dalam acara IFD 2026, berbagai panel diskusi diadakan untuk membahas topik seputar inovasi dan perkembangan dalam ekonomi syariah. Para pembicara mempresentasikan berbagai strategi untuk menarik lebih banyak wisatawan muslim dan mengembangkan potensi pasar pariwisata halal di Indonesia.
Dengan potensi pasar yang besar, Indonesia berupaya untuk menjadi destinasi utama bagi wisatawan muslim dengan menawarkan fasilitas dan layanan yang sesuai dengan syariah. Kemenpar berharap kolaborasi dengan berbagai pihak dapat mempercepat realisasi tujuan tersebut.
“Kalau kita bisa sinergikan antara nilai-nilai syariah dan aktivitas masyarakat, saya yakin pertumbuhan pariwisata halal di Indonesia bisa sangat pesat,” tutup Nia.