Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan pada Selasa (29/9) dengan tren negatif. Sepanjang hari, indeks saham acuan ini terus tertahan di zona merah, mencerminkan tekanan jual yang mendominasi pasar modal domestik.
Berdasarkan data penutupan pasar, IHSG mengalami penurunan sebesar 26,16 poin atau setara dengan 0,43 persen. Penurunan tersebut membawa indeks berakhir pada level 6.121.
Kondisi pasar yang cenderung melemah sepanjang hari menunjukkan adanya sikap hati-hati dari para investor dalam mengambil keputusan investasi. Fluktuasi di zona merah ini menjadi indikasi adanya koreksi pasar yang terjadi pada perdagangan hari ini, sehingga indeks gagal bertahan di level penguatan.
Secara umum, pergerakan IHSG sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari sentimen ekonomi makro domestik hingga perkembangan kondisi geopolitik dan ekonomi global. Investor biasanya memantau ketat rilis data inflasi, kebijakan suku bunga bank sentral, serta kinerja emiten-emiten besar yang memiliki bobot kapitalisasi pasar tinggi di Bursa Efek Indonesia.






