PORTALSOLUSINDO
Ekonomi

Impor Jatim Januari-Mei 2026 Melonjak 14,36 Persen, Nonmigas Mendominasi

Oleh: Andi PratamaKamis, 02 Juli 2026 pukul 05.10
Impor Jatim Januari-Mei 2026 Melonjak 14,36 Persen, Nonmigas Mendominasi
[Iklan AdSense 728x90]

Impor Jatim Januari-Mei 2026 Melonjak 14,36 Persen, Nonmigas Mendominasi

Surabaya, Jawa Timur – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur melaporkan bahwa total impor provinsi ini pada periode Januari hingga Mei 2026 mengalami lonjakan signifikan sebesar 14,36 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan sektor industri dan konsumen di Jawa Timur.

Berdasarkan data BPS, total nilai impor Jatim mencapai USD 3,5 miliar selama lima bulan pertama tahun 2026. Kenaikan terbesar berasal dari sektor nonmigas, yang berkontribusi hampir 70 persen terhadap total impor. Penguatan sektor ini mencerminkan pertumbuhan industri manufaktur dan konstruksi yang terus berkembang di provinsi ini.

Rincian Jumlah Impor Nonmigas

Komoditas nonmigas yang paling mendominasi antara lain:

  • Mesin dan peralatan listrik, dengan nilai impor mencapai USD 1,2 miliar.
  • Bahan baku industri, seperti plastik dan karet, yang meningkat menjadi USD 900 juta.
  • Barang konsumsi, termasuk makanan dan minuman, yang tercatat sebesar USD 600 juta.

Lonjakan impor ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur, yang pada tahun 2026 diperkirakan akan mengalami peningkatan lebih lanjut. Meskipun ada kekhawatiran mengenai defisit neraca perdagangan, para ekonom optimis bahwa peningkatan impor nonmigas akan sejalan dengan ekspansi produksi lokal.

Proyeksi Ke Depan

Dengan tren pertumbuhan yang positif ini, BPS memperkirakan bahwa lonjakan nilai impor akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026. Hal ini merujuk pada meningkatnya permintaan pasar domestik serta investasi yang masuk ke sektor-sektor strategis.

Oleh karena itu, pihak BPS menyarankan agar pemerintah dan pelaku industri memperhatikan perkembangan ini untuk memaksimalkan potensi ekspor dan menciptakan keseimbangan dalam neraca perdagangan.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.