Pemerintah Indonesia secara tegas menekankan bahwa fenomena kenaikan permukaan air laut telah menjadi ancaman serius yang memerlukan penanganan segera. Dalam forum internasional, Indonesia mengimbau seluruh negara di dunia untuk tidak sekadar berdiskusi, melainkan segera mengimplementasikan aksi konkret guna memitigasi dampak buruk dari perubahan iklim yang kian nyata.
Kenaikan permukaan laut dipandang sebagai isu krusial mengingat posisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Dampak dari peningkatan volume air laut ini tidak hanya mengancam ekosistem pesisir, tetapi juga berpotensi menenggelamkan wilayah pemukiman warga serta mengganggu stabilitas ekonomi di berbagai daerah pesisir tanah air.
Indonesia menekankan bahwa upaya kolektif dalam menurunkan emisi gas rumah kaca secara global adalah kunci utama untuk menghambat laju kenaikan permukaan laut. Tanpa adanya komitmen nyata dari negara-negara industri besar untuk mengurangi polusi karbon, risiko bencana alam seperti banjir rob dan intrusi air laut ke daratan akan semakin meningkat dan sulit untuk dibendung.
Selain mendesak aksi global, pemerintah juga menggarisbawahi pentingnya penguatan infrastruktur adaptasi di tingkat lokal. Hal ini mencakup pembangunan tanggul laut, restorasi hutan mangrove, hingga penataan ruang wilayah pesisir yang lebih berkelanjutan guna melindungi jutaan penduduk yang tinggal di area rentan.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki kerentanan tinggi terhadap perubahan iklim. Kenaikan permukaan laut secara global dipicu oleh mencairnya lapisan es di kutub dan pemuaian air laut akibat peningkatan suhu bumi. Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi banyak negara di kawasan Asia Pasifik karena berdampak langsung pada kedaulatan wilayah, ketahanan pangan, serta keselamatan jutaan warga yang menggantungkan hidupnya pada sektor kelautan.






