Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Indonesia. Sebanyak enam orang siswa dari SMA Cahaya Rancamaya, Bogor, berhasil mengukir prestasi internasional dengan meraih medali perak dalam ajang World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2026.
Pencapaian gemilang ini diraih setelah para siswa tersebut mempresentasikan sebuah inovasi produk perawatan kulit berupa tabir surya atau sunscreen yang memanfaatkan bahan dasar biji alpukat. Ide kreatif ini dinilai memiliki nilai guna dan potensi pengembangan yang baik, sehingga mampu bersaing dengan berbagai penemuan lainnya di tingkat dunia.
Kompetisi bergengsi WICE 2026 tersebut diselenggarakan di SEGi University yang berlokasi di Kota Damansara, Malaysia. Keikutsertaan para siswa dalam ajang ini menunjukkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas generasi muda Indonesia dalam mencari solusi alternatif dari bahan alam yang ada di sekitar mereka.
Penggunaan biji alpukat sebagai bahan utama sunscreen menjadi sorotan karena selama ini bagian tersebut seringkali dianggap sebagai limbah organik yang tidak memiliki nilai ekonomis. Dengan pengolahan yang tepat, para siswa berhasil membuktikan bahwa biji alpukat dapat diubah menjadi produk kecantikan yang bermanfaat bagi kesehatan kulit, khususnya dalam melindungi kulit dari paparan sinar matahari.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi lain di Indonesia untuk terus bereksperimen dan menciptakan inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas, sekaligus mengharumkan nama bangsa di kancah internasional melalui bidang sains dan teknologi.






