Perairan Selat Bali kembali menjadi saksi peristiwa memilukan. Seorang pemuda yang diketahui berasal dari Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dilaporkan terjatuh dari Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Cemerlang 55 saat sedang dalam perjalanan melintasi jalur laut tersebut.
Insiden ini terjadi di kawasan perairan yang menghubungkan dua pelabuhan utama, yakni Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi dan Pelabuhan Gilimanuk di Jembrana. Kejadian tersebut berlangsung secara tiba-tiba, memicu kepanikan di antara para penumpang kapal yang berada di lokasi saat peristiwa terjadi.
Berdasarkan informasi awal, korban terjatuh ke laut saat kapal sedang beroperasi melakukan penyeberangan. Proses evakuasi segera dilakukan setelah kejadian tersebut terdeteksi, namun situasi di perairan Selat Bali yang kerap memiliki arus kuat menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian dan penyelamatan korban.
Kejadian ini menambah daftar panjang kecelakaan laut yang terjadi di jalur penyeberangan sibuk antara Jawa dan Bali. Pihak berwenang dan petugas pelabuhan terus mengimbau kepada seluruh pengguna jasa transportasi laut agar selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi arahan awak kapal selama berada di atas dek maupun di dalam area kapal.
Selat Bali merupakan salah satu jalur transportasi laut paling vital di Indonesia yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Bali. Sebagai jalur utama logistik dan mobilisasi wisatawan, wilayah perairan ini memiliki volume lalu lintas kapal feri yang sangat tinggi setiap harinya. Selain faktor teknis kapal, kondisi alam seperti arus laut yang deras serta cuaca yang tidak menentu seringkali menjadi faktor risiko utama terjadinya kecelakaan laut di wilayah penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.






