PORTALSOLUSINDO
Nasional

Isu Nama Jabar Diganti. Nang Sadewo: Jika Mereka Bilang Tatar Sunda, Saya Bilang Latar Reang

Oleh: Siti AminahSelasa, 07 Juli 2026 pukul 23.25
Isu Nama Jabar Diganti. Nang Sadewo: Jika Mereka Bilang Tatar Sunda, Saya Bilang Latar Reang
[Iklan AdSense 728x90]

Isu Nama Jabar Diganti: Nang Sadewo Bicara Tatar Sunda dan Latar Reang

Isu mengenai perubahan nama Provinsi Jawa Barat kembali mencuat ke permukaan, menyusul komentar yang dilontarkan oleh politikus dan tokoh masyarakat, Nang Sadewo. Dalam keterangannya, ia menanggapi usulan beberapa pihak yang menyarankan agar nama Jawa Barat diganti menjadi Tatar Sunda.

Nang Sadewo, yang juga dikenal luas sebagai tokoh yang memperjuangkan kearifan lokal, menyatakan bahwa meski nama Tatar Sunda diusulkan untuk melestarikan budaya dan sejarah Sunda, ia memiliki pandangannya sendiri. "Jika mereka bilang Tatar Sunda, saya bilang Latar Reang," ujarnya dalam sebuah diskusi publik yang diadakan di Bandung.

Dia menjelaskan alasan di balik pernyataannya tersebut. Menurutnya, Latar Reang merupakan istilah yang lebih mencerminkan keberagaman dan dinamika masyarakat Jawa Barat. "Nama Latar Reang bisa mencakup semua aspek budaya yang ada di Jawa Barat, bukan hanya budaya Sunda saja. Kita harus menghargai semua suku dan tradisi yang ada di provinsi ini," tambahnya.

Kendala dan Tantangan

Nang Sadewo juga mengemukakan beberapa kendala yang dihadapi dalam proses perubahan nama tersebut. "Perubahan nama sebuah daerah bukanlah hal yang sepele. Banyak aspek administratif dan sentimental yang harus diperhatikan," jelasnya. Ia mengkhawatirkan dampak luar biasa dari perubahan nama ini terhadap masyarakat, sejarah, dan identitas daerah.

Respon Masyarakat

Isu pergantian nama ini menuai beragam reaksi dari masyarakat. Beberapa kelompok masyarakat menyambut baik ide tersebut dengan harapan dapat memperkuat identitas budaya lokal, sementara yang lain menganggapnya sebagai langkah yang tidak perlu dan akan menimbulkan kebingungan.

  • Pro perubahan: Banyak yang menganggap perubahan nama dapat menciptakan rasa kebanggaan baru terhadap warisan budaya lokal dan mengedukasi generasi muda.
  • Kontra perubahan: Sebagian besar orang berpendapat bahwa Jawa Barat sudah cukup dikenal dengan nama tersebut dan mengubahnya hanya akan menambah kompleksitas yang tidak diperlukan.

Pendapat Ahli

Beberapa ahli budaya dan sosiolog juga memberikan pendapat mereka tentang isu nama ini. Menurut Dr. Hendra Saputra, seorang sosiolog dari Universitas Padjadjaran, perubahan nama bisa menimbulkan polemik yang berkepanjangan dan mempengaruhi identitas sosial masyarakat. "Nama adalah simbol identitas. Oleh karena itu, setiap perubahan harus dilakukan dengan penuh perhatian dan kajian yang mendalam," ungkapnya.

Dalam akhir diskusi, Nang Sadewo menekankan pentingnya dialog serta pemahaman di antara semua kelompok masyarakat terkait isu ini. "Apapun namanya, yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menjaga persatuan dan keberagaman di Jawa Barat," tutupnya.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.