Perusahaan Umum BUMN Bulog kini menerapkan strategi khusus dalam pengelolaan stok beras guna memastikan kualitas beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap terjaga. Langkah ini dilakukan melalui implementasi formula percampuran stok beras yang dikenal dengan skema 2-3-4.
Penerapan formula pencampuran ini bertujuan untuk menjaga konsistensi mutu beras yang didistribusikan kepada masyarakat. Dengan mengombinasikan berbagai jenis stok beras berdasarkan kriteria tertentu, Bulog berupaya agar beras SPHP tidak mengalami penurunan kualitas meskipun disimpan dalam jangka waktu tertentu di gudang.
Strategi percampuran stok ini menjadi bagian dari upaya Bulog dalam mengoptimalkan manajemen pergudangan. Melalui perhitungan yang presisi dalam formula 2-3-4, Bulog dapat memastikan bahwa beras yang sampai ke tangan konsumen memiliki standar mutu yang seragam dan layak konsumsi, sehingga dapat menekan risiko keluhan masyarakat terkait kualitas beras subsidi.
Selain menjaga mutu, langkah ini juga diharapkan dapat mendukung stabilitas harga pangan di tingkat pasar. Dengan kualitas beras yang terjaga, daya tarik beras SPHP sebagai alternatif pangan murah namun berkualitas tetap tinggi, sehingga mampu menjadi instrumen efektif dalam mengendalikan inflasi bahan pangan, khususnya beras, di berbagai wilayah Indonesia.
Sebagai lembaga pangan negara, Bulog memiliki peran sentral dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan stok beras pemerintah (SRP). Pengelolaan stok yang efektif sangat krusial mengingat beras merupakan kebutuhan pokok utama masyarakat Indonesia, di mana fluktuasi harga dan penurunan kualitas stok dapat berdampak langsung pada stabilitas ekonomi makro serta daya beli masyarakat luas.






