Jelang Muktamar NU, KH Zulfa Mustofa Dorong Kebangkitan Tradisi Menulis Kitab di Kalangan Ulama
Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang akan berlangsung dalam waktu dekat, KH Zulfa Mustofa, seorang ulama terkemuka dan pengasuh pesantren, mengajak para ulama untuk kembali bergairah dalam tradisi menulis kitab. Menurutnya, tradisi ini sangat penting untuk mengabadikan pemikiran dan ajaran Islam yang sudah diwariskan para pendahulu.
Dalam sebuah diskusi yang diadakan di pesantrennya, KH Zulfa Mustofa menyatakan bahwa dengan menulis kitab, ulama tidak hanya mempertajam pemahaman terhadap ilmu agama, tetapi juga berkontribusi dalam menyebarluaskan nilai-nilai Islam yang moderat. “Menulis itu merupakan bentuk perjuangan. Melalui tulisan, kita bisa memberikan pencerahan, bukan hanya bagi umat, tetapi juga untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Dia menambahkan, bahwa banyak tulisan yang selama ini hilang seiring dengan berkembangnya zaman. Oleh karena itu, sudah saatnya para ulama menyusun kembali karya-karya ilmiah yang dapat dijadikan rujukan bagi umat. Tradisi menulis kitab, menurut KH Zulfa, juga merupakan cara untuk menjaga keberagaman pemikiran dalam Islam.
Strategi dan Program Menulis
KH Zulfa Mustofa mengusulkan beberapa strategi untuk mendorong kebangkitan tradisi ini, antara lain:
- Membentuk komunitas penulis di kalangan ulama.
- Menyiapkan pelatihan menulis untuk ulama yang masih awam dalam dunia literasi.
- Mengadakan lomba menulis kitab guna memotivasi para ulama untuk berkarya.
Melalui program ini, ia berharap dapat mengejawantahkan semangat menulis di kalangan generasi muda, sehingga mereka tidak hanya menjadi penerus tradisi, tetapi juga pelaku aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Pentingnya Kitab dalam Konteks Modern
Di era digital ini, KH Zulfa Mustofa menekankan bahwa kitab-kitab yang ditulis oleh ulama tetap relevan untuk diakses dan dipelajari oleh umat di berbagai platform. “Kita harus memanfaatkan teknologi untuk menyebarluaskan karya-karya kita. Jangan biarkan ilmu yang kita miliki terpendam,” tuturnya.
Semangat ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas intelektual di kalangan umat serta memberi kontribusi yang berarti bagi masyarakat. Menurutnya, Muktamar NU mendatang menjadi momentum penting untuk meresmikan gerakan kebangkitan tradisi menulis ini sebagai langkah positif menuju masa depan yang lebih baik.