PORTALSOLUSINDO
Nasional

Kabar Tapir Disembelih dan Dimasak di Mesuji, Kemenhut Turun Tangan

Oleh: Reza RahadianSabtu, 04 Juli 2026 pukul 07.24
Kabar Tapir Disembelih dan Dimasak di Mesuji, Kemenhut Turun Tangan
[Iklan AdSense 728x90]

Kabar Tapir Disembelih dan Dimasak di Mesuji, Kemenhut Turun Tangan

JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemenhut) telah bertindak cepat menanggapi laporan tentang penemuan tapir yang disembelih dan dimasak di kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Kasus ini menarik perhatian masyarakat dan pecinta satwa langka, terutama mengingat status konservasi tapir sebagai spesies dilindungi di Indonesia.

Menurut informasi yang dihimpun, kejadian tersebut terungkap setelah beredarnya video dan foto di media sosial yang menunjukkan sekelompok orang sedang memasak daging hewan yang diduga adalah tapir. Hal ini memicu kemarahan dan kepedulian dari aktivis lingkungan serta masyarakat luas.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kemenhut, Budi Santoso, menegaskan bahwa pihaknya sedang menginvestigasi kasus ini dan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat. "Kami tidak akan mentolerir tindakan yang melanggar undang-undang perlindungan satwa liar. Tapir adalah bagian dari kekayaan alam yang harus dilindungi," katanya dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (17/10).

Konsekuensi Hukum bagi Pelaku

Budi menjelaskan, penyembelihan tapir melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, yang dapat dikenakan sanksi pidana berupa penjara dan denda yang cukup signifikan. Kemenhut berkomitmen untuk menindaklanjuti pelaku dan memastikan hukum ditegakkan.

Pentingnya Kesadaran tentang Konservasi

Hasil pemantauan Kemenhut, populasi tapir di Indonesia mengalami penurunan akibat perburuan liar dan kerusakan habitat. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa tapir termasuk spesies yang dilindungi dan harus dijaga kelestariannya. Serta, edukasi tentang konservasi perlu digalakkan dalam rangka mencegah kasus serupa terjadi di masa mendatang.

Tanggapan Aktivis Lingkungan

  • Dr. Suprianto, seorang aktivis lingkungan mengungkapkan, "Kejadian ini memperlihatkan betapa pentingnya peran masyarakat dalam melindungi satwa langka dan habitatnya."
  • Sarah Amelia, Ketua LSM Peduli Satwa, menambahkan, "Kami mendesak pemerintah untuk meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum agar kejadian serupa tidak terulang."

Ke depan, Kemenhut berencana untuk mengadakan kampanye kesadaran masyarakat yang bertujuan mendidik tentang pentingnya menjaga kelestarian satwa liar dan ekosistem sekitarnya. Masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam pelestarian satwa langka demi masa depan lingkungan yang lebih baik.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.