Kondisi cuaca buruk akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah Jambi berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha. Tercatat ada dua jadwal penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, yang mengalami kendala saat hendak mendarat di Jambi.
Keterlambatan ini terjadi lantaran jarak pandang di area landasan pacu Bandara Sultan Thaha menjadi sangat terbatas. Kabut asap yang pekat membuat visibilitas menurun drastis, sehingga pilot tidak dapat melakukan pendaratan dengan aman sesuai dengan prosedur keselamatan penerbangan yang berlaku.
Akibat situasi tersebut, kedua pesawat yang membawa penumpang dari Jakarta terpaksa menunda proses touchdown. Hal ini dilakukan demi menjamin keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat, mengingat risiko tinggi yang muncul apabila pemaksaan pendaratan dilakukan dalam kondisi jarak pandang yang rendah.
Pihak otoritas bandara terus memantau perkembangan kualitas udara dan jarak pandang secara berkala untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas udara di wilayah tersebut. Para penumpang diharapkan dapat memaklumi kondisi ini karena faktor keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap operasional penerbangan.
Kabut asap yang sering melanda wilayah Sumatra, termasuk Jambi, umumnya terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi secara musiman. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada sektor transportasi udara, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat serta aktivitas ekonomi lokal akibat penurunan kualitas udara yang signifikan.






