Kondisi cuaca di kawasan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, mengalami penurunan kualitas udara yang signifikan pada Selasa (29/9/2026). Kabut asap yang pekat dilaporkan menyelimuti area bandara, sehingga menghambat visibilitas di wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan yang ada, fenomena kabut asap ini berdampak langsung pada jarak pandang di area penerbangan. Jarak pandang tercatat menurun hingga mencapai angka sekitar 500 meter. Penurunan visibilitas yang cukup tajam ini menjadi perhatian serius bagi pihak pengelola bandara dan otoritas penerbangan, mengingat aspek keselamatan penerbangan sangat bergantung pada jarak pandang yang memadai.
Kondisi ini memaksa para petugas di lapangan untuk meningkatkan kewaspadaan dalam memandu pergerakan pesawat, baik saat lepas landas maupun mendarat. Meskipun terjadi penurunan jarak pandang, koordinasi antara unit navigasi dan pilot tetap diupayakan berjalan maksimal guna memastikan operasional penerbangan tetap terjaga dalam koridor keselamatan yang ketat.
Situasi kabut asap di Palembang merupakan permasalahan tahunan yang kerap terjadi di wilayah Sumatera Selatan. Fenomena ini umumnya dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai titik di wilayah sekitar. Dampak dari kabut asap tidak hanya mengganggu sektor transportasi udara, tetapi juga berpengaruh buruk pada kesehatan masyarakat, terutama menyebabkan peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah perkotaan dan sekitarnya.






