Kalsel Bangun Layanan Jantung Terpadu dan Kedokteran Nuklir di RSUD Ansari Saleh
Bandar Lampung, 15 Oktober 2023 - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu langkah teranyar adalah pembangunan layanan jantung terpadu dan kedokteran nuklir yang akan dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ansari Saleh.
Direktur Utama RSUD Ansari Saleh, Dr. H. Zainal Abidin, menjelaskan bahwa proyek ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan jantung yang berkualitas serta fasilitas kedokteran nuklir untuk diagnosis dan terapi penyakit yang lebih canggih.
"Pembangunan layanan jantung terpadu ini akan meliputi layanan rawat inap, rawat jalan, serta tindakan medis yang lebih kompleks. Sementara itu, kedokteran nuklir memungkinkan kami untuk memberikan penanganan terbaik untuk pasien yang memerlukan terapi berbasis sinar radioaktif," ungkap Zainal saat konferensi pers, Senin (15/10).
- Dukungan peralatan medis modern yang memadai
- Pelatihan khusus bagi tenaga medis terkait
- Kerja sama dengan pusat medis terkemuka untuk pertukaran ilmu
Pembangunan ini tentunya akan melibatkan berbagai pihak, baik dari pemerintah provinsi maupun pihak swasta. Selain itu, RSUD Ansari Saleh juga berkomitmen untuk memberikan pelatihan bagi tenaga medis agar memiliki kapasitas dan kompetensi yang memadai dalam menyelenggarakan layanan tersebut.
Wakil Gubernur Kalsel, H. Rudy Resnawan, menambahkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari upaya untuk menurunkan angka kematian akibat penyakit jantung yang terus meningkat. "Kami ingin memastikan bahwa semua masyarakat Kalsel mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, terutama bagi mereka yang membutuhkan penanganan penyakit kritis seperti jantung," jelasnya.
Pembangunan layanan jantung terpadu dan kedokteran nuklir ini diharapkan bisa rampung dalam waktu dekat dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kalsel, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup serta meminimalisir risiko penyakit jantung.