Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur melaporkan adanya peningkatan signifikan pada jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah tersebut sepanjang tahun 2026. Lonjakan kasus ini menjadi perhatian serius otoritas kesehatan setempat mengingat jumlah penderita yang terus bertambah.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Jawa Timur, angka kasus ISPA mengalami tren kenaikan yang cukup tajam. Puncak lonjakan tercatat terjadi pada bulan Agustus, di mana jumlah penderita mencapai angka 211 ribu kasus. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan yang cukup besar terhadap fasilitas kesehatan di berbagai daerah di Jawa Timur dalam menangani pasien dengan gangguan pernapasan.
Pihak Dinas Kesehatan terus memantau perkembangan situasi ini guna memitigasi risiko penyebaran lebih luas. Langkah-langkah preventif dan penguatan layanan kesehatan primer diharapkan dapat menekan angka kasus agar tidak terus meningkat di bulan-bulan berikutnya. Masyarakat juga diimbau untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh guna menghindari risiko terjangkit infeksi saluran pernapasan.
Secara umum, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru. Penyakit ini sering kali dipicu oleh perubahan cuaca ekstrem, polusi udara, serta penurunan daya tahan tubuh. Di Indonesia, peningkatan kasus ISPA biasanya terjadi secara musiman, terutama saat memasuki masa peralihan musim atau ketika kualitas udara di wilayah perkotaan memburuk akibat asap kendaraan dan industri.






