Pemerintah Kota Jakarta bersama jajaran keamanan telah menyiagakan kekuatan besar untuk mengawal berbagai kegiatan massa yang dijadwalkan berlangsung pada 29 September. Tercatat sebanyak 17.628 personel gabungan dikerahkan guna memastikan situasi tetap kondusif selama rangkaian aksi tersebut berlangsung.
Pengamanan skala besar ini dilakukan menyusul adanya informasi mengenai 37 titik kegiatan dan aksi yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta. Salah satu fokus utama pengamanan adalah aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh kelompok buruh di depan Gedung DPR RI, yang diprediksi akan menarik massa dalam jumlah signifikan.
Keterlibatan aparat gabungan ini mencakup berbagai unsur keamanan untuk melakukan pengawalan, pengaturan lalu lintas, hingga antisipasi potensi gangguan keamanan. Langkah preventif ini diambil agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan tertib tanpa mengganggu aktivitas publik lainnya di ibu kota.
Kordinasi antarinstansi terus diperkuat untuk memantau perkembangan situasi di lapangan secara real-time. Pihak keamanan mengimbau kepada para peserta aksi agar tetap menjaga ketertiban dan mematuhi aturan yang berlaku demi keselamatan bersama selama kegiatan berlangsung.
Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi Indonesia seringkali menjadi titik pusat penyampaian aspirasi masyarakat melalui aksi unjuk rasa. Keberadaan gedung-gedung pemerintahan seperti DPR RI dan Istana Negara menjadikan kota ini lokasi strategis bagi berbagai kelompok kepentingan untuk menyuarakan tuntutan mereka kepada pembuat kebijakan.






