Kecaman Keras Serj Tankian: Jangan Gunakan Penderitaan Armenia demi Politik Israel
Musisi terkenal asal Armenia, Serj Tankian, yang juga dikenal sebagai vokalis band System of a Down, baru-baru ini memberikan pernyataan tegas mengenai penggunaan penderitaan yang dialami Armenians untuk kepentingan politik tertentu, khususnya terkait dengan politik Israel.
Melalui akun media sosialnya, Tankian menyampaikan rasa frustrasi dan kecamannya terhadap tindakan beberapa pihak yang memanfaatkan tragedi yang dialami oleh bangsa Armenia, termasuk genosida yang terjadi pada tahun 1915, untuk memberikan dukungan politik kepada Israel.
“Menggunakan penderitaan kami untuk mendukung agenda politik mereka adalah tindakan yang tidak dapat diterima. Kami memiliki sejarah yang panjang dan menyakitkan, dan itu tidak seharusnya dijadikan alat untuk keuntungan politik,” tulis Tankian.
Penderitaan Armenia dan Keterkaitannya dengan Politik Modern
Sejak genosida Armenia yang dianggap sebagai salah satu yang pertama di abad ke-20, banyak diaspora Armenia di seluruh dunia berjuang untuk pengakuan atas tragedi tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, isu ini kembali mendapat perhatian seiring dengan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Tankian juga menjelaskan bahwa penting bagi setiap pihak untuk menghormati penderitaan yang telah dialami oleh populasinya sendiri, dan berharap agar kesadaran global dapat diarahkan untuk mempromosikan perdamaian daripada memecah belah.
Tanggapan dari Komunitas Global
Pernyataan Tankian tidak hanya mendapat dukungan dari komunitas Armenia, tetapi juga dari sejumlah organisasi kemanusiaan internasional yang menekankan pentingnya menghormati sejarah dan mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.
Sebagian besar netizen dan penggemar musik Tanikian juga memberikan dukungan atas pernyataannya, dengan banyak yang setuju bahwa penderitaan siapapun tidak seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan politik semata.
Demikian, Serj Tankian Mengingatkan
Dengan segala perhatian yang diberikan, Tankian berharap agar dunia tidak melupakan sejarah kelam yang telah dialami bangsanya. Ia menyerukan agar semua orang dapat bersatu dalam cinta dan saling menghormati, serta tidak membiarkan tragedi historis menjadi alat untuk memecah belah.