PORTALSOLUSINDO
Gaya Hidup

Kelelahan Ekstrem Berujung Maut, Dokter Ingatkan Mahasiswa Setop Kebiasaan Begadang demi Tugas

Oleh: Siti AminahSelasa, 30 Juni 2026 pukul 18.30
Kelelahan Ekstrem Berujung Maut, Dokter Ingatkan Mahasiswa Setop Kebiasaan Begadang demi Tugas
[Iklan AdSense 728x90]

Kelelahan Ekstrem Berujung Maut, Dokter Ingatkan Mahasiswa Setop Kebiasaan Begadang demi Tugas

Jakarta, Portal Berita Indonesia - Kesehatan mahasiswa di Indonesia kembali menjadi sorotan setelah terjadi kasus tragis yang melibatkan seorang mahasiswa yang ditemukan meninggal dunia akibat kelelahan ekstrem. Kejadian ini menggugah perhatian banyak pihak, terutama di kalangan akademisi dan pihak kesehatan untuk menyikapi risiko dari kebiasaan begadang demi menyelesaikan tugas.

Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di salah satu universitas terkemuka di Jakarta, Dr. Aditya Putra, seorang spesialis kedokteran umum, menekankan pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan cukup tidur, terutama bagi mahasiswa yang sering terjebak dalam rutinitas begadang. "Begadang demi tugas memang seringkali dianggap wajar oleh mahasiswa, tetapi kita harus ingat bahwa kurang tidur dapat menyebabkan dampak yang sangat serius, hingga berujung pada kematian," ujarnya.

Dr. Aditya menambahkan, banyak mahasiswa yang tidak menyadari bahwa tidur yang kurang dapat mempengaruhi kesehatan mental dan fisik mereka. Beberapa efek negatif dari kurang tidur antara lain:

  • Menurunnya konsentrasi dan fokus
  • Risiko gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan
  • Menurunnya daya tahan tubuh
  • Peningkatan risiko kecelakaan dan cedera
  • Potensi masalah kardiovaskular

Kasus mahasiswa yang meninggal dunia ini menjadi pengingat bagi semua pihak mengenai pentingnya kualitas tidur dan cara manajemen waktu yang efektif. Roni, mahasiswa tahun kedua di salah satu universitas, mengaku sering merasa tertekan dengan banyaknya tugas yang harus diselesaikannya hingga larut malam. "Saya pikir ini hanya fase yang harus dilalui, tetapi kini saya mulai menyadari betapa pentingnya menjaga keseimbangan waktu antara belajar dan istirahat," ungkap Roni.

Universitas di seluruh Indonesia pun mulai menerapkan program-program yang mendukung kesehatan mental dan fisik mahasiswa. Dr. Aditya berharap, dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya tidur yang cukup, mahasiswa dapat mencapai hasil akademis yang lebih baik tanpa mengorbankan kesehatan mereka. "Mari kita rubah paradigma bahwa begadang adalah hal yang wajar. Kesehatan harus menjadi prioritas utama untuk meraih keberhasilan akademik," tutupnya.

Dengan kejadian ini, diharapkan semua pihak dapat berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan mendukung kesehatan mental mahasiswa.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.