Keluarga dari Winda Lorenza Gowasa menyuarakan keberatan dan kecurigaan terkait penyebab kematian putri mereka yang terjadi di Medan, Sumatera Utara. Yestin Laia, selaku orang tua korban, mengungkapkan adanya sejumlah kejanggalan yang membuat pihak keluarga sulit menerima kesimpulan awal mengenai peristiwa tragis tersebut.
Berdasarkan keterangan keluarga, kematian Winda sebelumnya diduga terjadi akibat tindakan bunuh diri dengan menggunakan senjata api. Namun, pihak keluarga menemukan fakta di lapangan yang berbanding terbalik dengan dugaan tersebut. Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah ditemukannya sejumlah luka lebam pada tubuh korban, yang menurut keluarga, tidak selaras dengan skenario bunuh diri.
Selain temuan luka fisik, Yestin Laia juga mengungkapkan kekecewaannya terkait proses pemeriksaan jenazah. Pihak keluarga mengaku sempat dilarang untuk melakukan proses autopsi, yang seharusnya menjadi prosedur standar untuk mengungkap penyebab pasti kematian dalam kasus yang mencurigakan. Ketidakterbukaan dalam proses pemeriksaan ini semakin memperkuat dugaan keluarga bahwa ada hal-hal yang sengaja ditutupi.
Keluarga kini berharap adanya penyelidikan yang lebih transparan dan menyeluruh dari pihak kepolisian. Mereka mendesak agar seluruh bukti fisik dan keterangan saksi diperiksa kembali guna memastikan apakah benar terjadi tindakan bunuh diri atau terdapat unsur kekerasan dari pihak lain yang menyebabkan hilangnya nyawa Winda Lorenza Gowasa.






