Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) kini tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap 11 personel kepolisian terkait insiden penembakan yang menyebabkan seorang pria bernama Rafli meninggal dunia di Makassar. Langkah ini diambil guna mengusut tuntas kronologi peristiwa dan memastikan apakah terdapat pelanggaran prosedur dalam tindakan kepolisian di lapangan.
Peristiwa tragis ini terjadi di tengah situasi tawuran yang berlangsung di wilayah Makassar. Berdasarkan informasi awal, korban tertembak saat terjadi bentrokan antar kelompok, yang kemudian memicu respons dari aparat keamanan untuk mengendalikan situasi. Namun, kematian Rafli menimbulkan pertanyaan mengenai asal peluru dan alasan di balik tindakan penembakan tersebut.
Sebagai bagian dari proses penyelidikan yang mendalam, pihak berwenang kini tengah menunggu hasil uji balistik terhadap peluru yang ditemukan. Uji laboratorium forensik ini menjadi krusial untuk menentukan senjata api mana yang digunakan dan apakah peluru tersebut berasal dari senjata dinas milik salah satu personel yang bertugas saat itu.
Hingga saat ini, ke-11 polisi yang diperiksa masih dimintai keterangan untuk memberikan klarifikasi mengenai posisi dan tindakan mereka selama operasi pengamanan tawuran berlangsung. Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh proses pemeriksaan akan dilakukan secara transparan dan akuntabel guna memberikan keadilan bagi keluarga korban serta menjaga integritas institusi Polri.






