Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Erick Thohir, secara resmi memulai proses penyusunan Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga pada Rabu (30/9). Langkah strategis ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memetakan arah pengembangan sektor olahraga agar tidak hanya menjadi ajang prestasi, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional.
Dalam kegiatan tersebut, Menpora menekankan pentingnya sinergi antar-kementerian dan lembaga terkait. Menurutnya, kolaborasi lintas sektoral menjadi kunci utama agar pengembangan industri olahraga dapat berjalan secara terintegrasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Desain besar ini diharapkan menjadi cetak biru yang komprehensif dalam mengelola potensi olahraga di Indonesia secara profesional.
Bersamaan dengan peluncuran desain besar tersebut, Menpora Erick Thohir juga memperkenalkan buku yang mengulas tentang Dampak MotoGP Mandalika. Buku ini disusun untuk memberikan gambaran mengenai pengaruh penyelenggaraan ajang balap internasional tersebut terhadap berbagai aspek, mulai dari ekonomi lokal hingga peningkatan infrastruktur di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Peluncuran buku ini menjadi bukti nyata bahwa penyelenggaraan event olahraga skala besar memiliki efek domino yang signifikan. Keberhasilan MotoGP Mandalika diharapkan menjadi referensi dalam merancang event-event olahraga mendatang yang mampu mengintegrasikan antara prestasi atlet, daya tarik wisata, dan pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah.
Industri olahraga kini dipandang sebagai salah satu sektor potensial yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Dengan pengelolaan yang tepat melalui desain besar yang terukur, pemerintah optimistis bahwa Indonesia dapat bertransformasi menjadi pusat industri olahraga di kawasan Asia Tenggara, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui budaya olahraga yang lebih produktif.






