Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan pentingnya kolaborasi dengan kalangan akademisi dalam menyusun dan memperkuat strategi Jakarta Vision. Menurutnya, keterlibatan para ahli dan peneliti sangat krusial agar pengembangan visi kota Jakarta memiliki landasan riset yang kuat dan terukur.
Menekraf menilai bahwa pendekatan berbasis data dan penelitian ilmiah akan membuat implementasi Jakarta Vision menjadi lebih efektif dan tepat sasaran. Dengan melibatkan akademisi, pemerintah dapat memetakan potensi ekonomi kreatif secara lebih mendalam serta mengidentifikasi peluang inovasi yang dapat dikembangkan di ibu kota.
Lebih lanjut, Teuku Riefky berharap adanya sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah, pelaku industri kreatif, dan lembaga pendidikan. Integrasi antara teori akademis dan praktik di lapangan diyakini mampu menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kompetitif, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di kancah internasional.
Langkah ini diambil guna memastikan bahwa transformasi Jakarta sebagai pusat ekonomi kreatif tidak hanya bersifat sementara, namun memiliki keberlanjutan jangka panjang. Riset yang komprehensif diharapkan dapat memberikan solusi atas berbagai tantangan urban serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya manusia yang ada di Jakarta.
Sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi Indonesia selama puluhan tahun, Jakarta memiliki karakteristik unik sebagai kota megapolitan dengan konsentrasi pelaku kreatif tertinggi. Setelah statusnya tidak lagi menjadi ibu kota negara, Jakarta kini bertransformasi menjadi kota global yang berfokus pada pusat bisnis dan inovasi. Penguatan sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu pilar utama bagi Jakarta untuk tetap relevan dan kompetitif dalam menarik investasi serta talenta global di masa depan.






