Kementerian Kehutanan (Kemenhut) secara resmi mengimbau pemerintah daerah di wilayah Papua Pegunungan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, untuk meningkatkan komitmen dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan. Langkah ini dipandang krusial guna memastikan fungsi hutan tetap terjaga bagi generasi mendatang.
Salah satu strategi utama yang didorong oleh Kemenhut adalah melalui aksi penanaman pohon secara masif. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni belaka, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan untuk memulihkan lahan-lahan yang rusak serta memperluas kawasan hijau di wilayah tersebut. Dengan melibatkan pemerintah daerah, diharapkan koordinasi antara pusat dan daerah dalam pengelolaan sumber daya alam dapat berjalan lebih sinkron.
Kemenhut menekankan bahwa ekosistem hutan di Papua Pegunungan memiliki peran vital, tidak hanya sebagai paru-paru dunia, tetapi juga sebagai penyangga kehidupan bagi masyarakat lokal. Oleh karena itu, pengawasan terhadap pemanfaatan hutan dan pencegahan kerusakan hutan menjadi prioritas yang harus dikawal bersama oleh seluruh pemangku kepentingan di daerah.
Upaya pelestarian ini juga diharapkan dapat meminimalisir dampak perubahan iklim yang kian terasa, serta menjaga ketersediaan air dan keanekaragaman hayati yang menjadi ciri khas wilayah Papua. Kemenhut berharap pemerintah daerah dapat mengintegrasikan program penanaman pohon ini ke dalam rencana pembangunan daerah guna menciptakan dampak lingkungan yang lebih luas dan terukur.
Papua Pegunungan merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki kekayaan biodiversitas sangat tinggi. Hutan hujan tropis yang membentang luas di wilayah ini menjadi habitat bagi berbagai flora dan fauna endemik yang tidak ditemukan di belahan dunia lain. Menjaga integritas hutan di wilayah ini menjadi sangat penting karena kerusakan hutan di pegunungan dapat memicu bencana alam seperti tanah longsor dan banjir bandang, yang pada akhirnya akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat adat setempat.






