Kemenpar Bidik 262 Juta Perjalanan Wisatawan Muslim Global pada 2030
JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenpar) menargetkan dapat menjaring sebanyak 262 juta perjalanan wisatawan Muslim di seluruh dunia pada tahun 2030. Strategi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan wisata halal terkemuka di dunia.
Menurut data dari Global Muslim Travel Index (GMTI), wisatawan Muslim saat ini menyumbang sekitar 11% dari total pengeluaran wisata global. Oleh karena itu, Kemenpar berkomitmen untuk mengembangkan berbagai destinasi halal serta layanan yang ramah terhadap wisatawan Muslim.
“Potensi pasar wisatawan Muslim sangat besar. Tahun 2019, jumlah wisatawan Muslim internasional mencapai 140 juta perjalanan, dan diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2030. Ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk menjadi destinasi utama,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam konferensi pers di Jakarta.
- Meningkatkan infrastruktur wisata halal.
- Pelatihan untuk pelaku industri pariwisata agar lebih ramah terhadap wisatawan Muslim.
- Promosi berkelanjutan tentang keunggulan wisata halal Indonesia.
Kemenpar juga mencatat bahwa saat ini terdapat lebih dari 100 destinasi wisata halal di Indonesia, termasuk Aceh, Lombok, dan Yogyakarta. Selain itu, pemerintah juga gencar melakukan kerjasama dengan negara-negara penghasil wisatawan Muslim, seperti Malaysia, Timur Tengah, dan negara-negara ASEAN lainnya.
Dengan adanya strategi ini, diharapkan Indonesia tidak hanya menjadi tujuan rumah bagi wisatawan Muslim, tetapi juga dapat berkontribusi signifikan dalam perekonomian nasional melalui sektor pariwisata. Para pelaku industri diharapkan dapat bersiap untuk menyambut peningkatan jumlah wisatawan yang signifikan dalam waktu dekat.