Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menetapkan target ambisius untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan di Indonesia. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengungkapkan bahwa pemerintah berencana melakukan revitalisasi terhadap 71.744 satuan pendidikan hingga tahun 2027 mendatang.
Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di berbagai wilayah. Revitalisasi ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi para siswa serta tenaga pengajar, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal.
Abdul Mu'ti menekankan bahwa perbaikan fasilitas sekolah menjadi salah satu prioritas utama guna mendukung pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Dengan menyasar puluhan ribu sekolah, pemerintah ingin memastikan bahwa tidak ada lagi kesenjangan fasilitas yang mencolok antara sekolah di perkotaan dengan sekolah yang berada di daerah terpencil atau tertinggal.
Program revitalisasi ini mencakup berbagai aspek perbaikan gedung, mulai dari ruang kelas yang rusak hingga pemenuhan fasilitas penunjang pendidikan lainnya. Pemerintah berkomitmen untuk mengawal proses ini agar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu lulusan pendidikan dasar dan menengah di tanah air.
Secara umum, permasalahan infrastruktur pendidikan masih menjadi tantangan besar di Indonesia, mengingat luasnya wilayah geografis dan banyaknya bangunan sekolah tua yang memerlukan perawatan rutin. Perbaikan sarana fisik sekolah dianggap sebagai fondasi penting dalam mendukung implementasi kurikulum pendidikan yang lebih modern dan inklusif, guna mencetak generasi muda yang kompetitif di tingkat global.






