Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) memberikan perhatian serius terhadap laporan dugaan kekerasan seksual yang terjadi di sebuah sekolah internasional di wilayah Tangerang Selatan. Menteri PPPA, Arifah Fauzi, secara tegas mengecam tindakan tersebut dan memastikan bahwa pemerintah akan mengawal proses penanganan kasus ini hingga tuntas.
Fokus utama dari langkah intervensi kementerian saat ini adalah memberikan perlindungan maksimal bagi anak yang menjadi korban. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan korban mendapatkan rasa aman dan terhindar dari tekanan lebih lanjut selama proses hukum maupun investigasi internal berlangsung.
Selain aspek perlindungan, Menteri Arifah Fauzi menekankan pentingnya proses pemulihan bagi korban. Pemulihan trauma atau rehabilitasi psikologis menjadi prioritas agar dampak psikis yang dialami anak dapat diminimalisir dan korban dapat kembali menjalankan aktivitas kesehariannya dengan normal.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjamin hak-hak anak, terutama dalam lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi tumbuh kembang mereka. Pemerintah berharap kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh lembaga pendidikan untuk memperketat pengawasan dan sistem pencegahan kekerasan seksual di lingkungan sekolah.






