Kondisi kepadatan penumpang pada layanan KRL Commuter Line Jabodetabek, khususnya lintasan Tanah Abang-Rangkasbitung atau yang dikenal sebagai Green Line, menjadi perhatian serius. Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofwan Dedy Ardyanto, mengungkapkan keprihatinannya terhadap volume penumpang yang dinilai sudah melebihi kapasitas angkut rangkaian kereta yang tersedia saat ini.
Menurut Sofwan, situasi penumpukan penumpang yang terjadi setiap harinya tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi para pengguna jasa transportasi publik tersebut. Ia menilai bahwa peningkatan jumlah pengguna KRL di jalur tersebut belum dibarengi dengan peningkatan fasilitas sarana yang memadai.
Atas dasar permasalahan tersebut, Sofwan mendorong Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk segera mengambil langkah konkret. Salah satu solusi yang diusulkan adalah dengan menambah jumlah rangkaian kereta guna mengurai kepadatan, terutama pada jam-jam sibuk keberangkatan dan kepulangan pekerja maupun pelajar.
Penambahan rangkaian dianggap sebagai langkah paling efektif untuk menurunkan tingkat kepadatan di dalam gerbong, sehingga standar pelayanan minimum bagi penumpang dapat terpenuhi. DPR berharap koordinasi antara regulator dan operator dapat dipercepat agar masyarakat pengguna Green Line tidak terus-menerus menghadapi kendala kapasitas yang menghambat mobilitas mereka di wilayah Jabodetabek.
KRL Commuter Line merupakan tulang punggung transportasi massal di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang menghubungkan berbagai kota satelit. Sebagai moda transportasi dengan volume penumpang tertinggi, integrasi antar moda dan pemeliharaan armada menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran arus mobilisasi jutaan warga yang setiap harinya menggantungkan perjalanan mereka pada layanan kereta listrik ini.






