Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang muncul akibat perilaku salah satu jajarannya. Hal ini berkaitan dengan gaya hidup mewah yang dipamerkan oleh Deputi Bakom, Timothy Ivan Triyono, melalui platform media sosial.
Polemik ini mencuat setelah sejumlah unggahan Timothy Ivan Triyono menarik perhatian netizen dan dinilai tidak pantas bagi seorang pejabat publik. Tindakan pamer kekayaan atau 'flexing' tersebut dianggap mencederai nilai-nilai kesederhanaan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh aparatur sipil negara maupun pejabat di lingkungan pemerintahan.
Menanggapi situasi tersebut, Muhammad Qodari menegaskan bahwa dirinya tidak tinggal diam. Ia menyatakan telah memberikan teguran keras kepada Timothy Ivan Triyono atas tindakan yang memicu kontroversi tersebut. Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab lembaga dalam menjaga integritas dan citra pemerintah di mata publik.
Qodari berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pegawai di lingkungan Bakom RI agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan senantiasa menjaga perilaku di ruang publik. Ia menekankan pentingnya menjaga empati terhadap kondisi masyarakat luas dalam setiap tindakan maupun pernyataan yang disampaikan ke publik.
Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) merupakan lembaga yang memiliki peran strategis dalam mengelola komunikasi publik pemerintah. Dalam menjalankan fungsinya, setiap pejabat di lembaga ini diharapkan dapat menjadi teladan dalam berkomunikasi dan berperilaku, mengingat peran mereka sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat.






