Kepala BKKBN Soroti Bahaya Gadget dan Fatherless Bagi Kesehatan Mental
Jakarta - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, baru-baru ini mengeluarkan pernyataan penting mengenai dampak negatif penggunaan gadget berlebihan dan kondisi "fatherless" atau tidak adanya figur ayah dalam keluarga terhadap kesehatan mental anak-anak dan remaja di Indonesia.
Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Jakarta, Hasto menjelaskan bahwa dengan kemajuan teknologi, pengguna gadget, terutama di kalangan anak-anak dan remaja, semakin meningkat. Ia menekankan bahwa meskipun gadget memiliki manfaat dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan dan komunikasi, namun ada juga risiko besar yang mengikutinya.
- Pengaruh Negatif Gadget: Hasto menyebutkan bahwa penggunaan gadget secara berlebihan dapat mengganggu kesehatan mental anak. Hal ini termasuk masalah seperti kecemasan, depresi, hingga gangguan tidur yang berhubungan dengan paparan layar yang berkepanjangan.
- Fatherless dan Dampaknya: Dalam diskusinya, Ia juga menyoroti fenomena fatherless, dimana anak-anak tumbuh tanpa bimbingan seorang ayah. Fenomena ini meningkatkan risiko berbagai permasalahan psikologis, termasuk kesulitan dalam berinteraksi sosial, rendahnya kepercayaan diri, hingga tingkat kriminalitas yang lebih tinggi di kalangan remaja.
Kepala BKKBN merekomendasikan agar orang tua lebih aktif terlibat dalam kehidupan anak-anak mereka, termasuk mengatur waktu penggunaan gadget dan pentingnya kehadiran sosok figur ayah dalam keluarga.
“Kesehatan mental perlu diutamakan. Orang tua harus bijak dalam memanfaatkan gadget dan mengajarkan anak tentang pentingnya hubungan sosial yang nyata,” ungkap Hasto.
Program-program peningkatan kesadaran akan kesehatan mental diharapkan dapat diterapkan secara luas dalam masyarakat, untuk membantu anak-anak dan remaja yang terpengaruh oleh dua faktor ini.