PORTALSOLUSINDO
Nasional

Kepala BPIP: Pancasila tak Cukup Dihafal, Harus Menjadi Karakter

Oleh: Siti AminahMinggu, 05 Juli 2026 pukul 07.37
Kepala BPIP: Pancasila tak Cukup Dihafal, Harus Menjadi Karakter
[Iklan AdSense 728x90]

Kepala BPIP: Pancasila tak Cukup Dihafal, Harus Menjadi Karakter

Jakarta, 15 November 2023 – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudi Latif, menyampaikan pernyataan penting mengenai pemahaman dan penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sebuah seminar yang digelar di Jakarta, Yudi menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar teks yang harus dihafal, melainkan suatu karakter yang harus melekat dalam diri setiap warga negara.

“Pancasila harus menjadi bagian dari jati diri kita. Ini bukan sekadar hapalan yang bisa diujikan di sekolah, tetapi nilai-nilai yang harus diterapkan dalam setiap aspek kehidupan,” jelas Yudi. Ia menegaskan pentingnya pendidikan karakter berbasis Pancasila melalui berbagai kegiatan yang dapat menginternalisasi nilai-nilai luhur dari sila-sila yang terdapat dalam Pancasila.

Pentingnya Pendidikan Karakter

Yudi Latif menguraikan bahwa pendidikan karakter berbasis Pancasila dapat dilakukan di semua lini, baik di sekolah maupun di masyarakat. Dengan cara ini, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal Pancasila secara teori, tetapi juga mengamalkannya dalam tindakan sehari-hari.

  • Pelaksanaan di Sekolah: Sekolah diharapkan dapat mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler.
  • Komunitas dan Masyarakat: Masyarakat juga berperan aktif dengan menyelenggarakan kegiatan yang memperkuat rasa kebangsaan dan persatuan.
  • Peran Pemerintah: Pemerintah diharapkan menunjukkan teladan dan memberikan dukungan kepada program-program yang mencetak generasi yang cinta akan Pancasila.

Menjaga Keberagaman dan Persatuan

Dalam konteks keberagaman di Indonesia, Yudi juga menekankan bahwa Pancasila harus menjadi fondasi untuk menjaga persatuan bangsa. “Dengan menghayati nilai-nilai Pancasila, kita bisa merangkul perbedaan dan memperkuat kesatuan,” ujarnya. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam interaksi antar sesama.

Melihat tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini, termasuk polarisasi sosial dan konflik identitas, penerapan nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat meminimalisir masalah tersebut dan meningkatkan toleransi antar masyarakat.

Dengan demikian, harapan kepala BPIP ini menjadi panggilan untuk seluruh masyarakat Indonesia agar berkomitmen menghidupi Pancasila tidak hanya dalam teks, tetapi lebih penting lagi, dalam tindakan nyata di kehidupan sehari-hari.

Disclaimer: Penggunaan teknologi AI pada artikel ini ditujukan semata-mata untuk penyempurnaan redaksional.