Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN), Dedi Prasetyo, menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan roda organisasi di lembaga yang baru saja dipimpinnya. Langkah awal yang menjadi prioritas utama saat ini adalah penyusunan struktur organisasi yang komprehensif dan efisien.
Dedi menjelaskan bahwa pembentukan struktur organisasi ini sangat krusial agar BRAN memiliki landasan tata kerja yang jelas. Dengan adanya pembagian tugas dan fungsi yang terukur, diharapkan seluruh perangkat organisasi dapat segera beroperasi secara optimal dalam waktu dekat.
Fokus utama dari langkah percepatan ini adalah memastikan bahwa setiap divisi di dalam BRAN memiliki tanggung jawab yang spesifik, sehingga koordinasi antarbagian dapat berjalan sinkron. Hal ini dipandang perlu mengingat urgensi tugas-tugas reforma agraria yang harus segera dilaksanakan demi kepentingan masyarakat luas.
Proses penataan organisasi ini diharapkan tidak memakan waktu lama, sehingga program-program strategis yang telah direncanakan dapat segera diimplementasikan di lapangan. Dedi optimistis bahwa dengan struktur yang solid, BRAN akan mampu menjalankan mandatnya dalam mengelola reforma agraria secara profesional dan transparan.
Reforma agraria sendiri merupakan program strategis nasional yang bertujuan untuk menata ulang struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi ketimpangan kepemilikan lahan serta meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat kecil melalui redistribusi aset dan pemberian akses legalitas atas tanah.






