Pasar energi global kembali mengalami fluktuasi dengan kecenderungan penguatan harga minyak mentah. Kenaikan ini terjadi setelah munculnya pernyataan dari Donald Trump yang membantah adanya pemberian kelonggaran terkait sanksi ekonomi terhadap Iran.
Berdasarkan data perdagangan terbaru, minyak mentah jenis Brent mencatatkan peningkatan sebesar US$1,14 atau setara dengan 1,11 persen. Dengan kenaikan tersebut, harga minyak Brent kini berada di posisi US$103,73 per barel pada pukul 01.31 GMT.
Kenaikan harga ini merefleksikan kekhawatiran para pelaku pasar terhadap stabilitas pasokan minyak dunia. Ketidakpastian mengenai kebijakan sanksi Amerika Serikat terhadap Iran seringkali menjadi katalisator utama yang mendorong volatilitas harga komoditas energi di pasar internasional, mengingat peran strategis Iran dalam produksi minyak global.
Kondisi pasar saat ini menunjukkan betapa sensitifnya harga minyak terhadap isu geopolitik di kawasan Timur Tengah. Setiap pernyataan resmi dari pemimpin dunia, terutama Amerika Serikat, cenderung direspons cepat oleh para trader dan investor yang mengantisipasi potensi gangguan distribusi energi dunia.






